C&R TV, Jakarta – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 tidak hanya diisi dengan upacara dan seremoni. Berbagai aksi sosial yang menyentuh masyarakat juga menjadi bagian dari semangat pengabdian Polri. Salah satunya dilakukan oleh anggota Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung, Bripka Fardriansah, yang dikenal masyarakat sebagai “Polisi Badut”.
Melalui pendekatan yang unik dan penuh keceriaan, Bripka Fardriansah mengajak puluhan anak yatim dan dhuafa di Majelis Al-Faruq Yatama wa Dhuafa, Cakung, Jakarta Timur, untuk memahami pentingnya saling menghormati dan menolak segala bentuk perundungan (bullying), Jumat (3/7/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Berani Baik, Berani Bicara, Stop Bullying”, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80.
Edukasi Dibalut Hiburan yang Dekat dengan Anak-anak
Acara diawali dengan pengajian rutin, doa bersama menjelang waktu Ashar, kemudian dilanjutkan dengan sesi edukasi yang dikemas melalui penampilan Polisi Badut.
Dengan mengenakan kostum badut, Bripka Fardriansah berhasil menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan sehingga anak-anak lebih mudah menerima pesan tentang pentingnya persahabatan, kepedulian, serta keberanian menolak tindakan bullying.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa tugas polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai sahabat masyarakat.
“Kami dari Polri ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat, mencintai seluruh lapisan masyarakat, membaur dengan anak-anak maupun orang dewasa. Melalui cara yang menyenangkan, kami ingin menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak usia dini,” ujar Bripka Fardriansah.
Ia menambahkan bahwa kebiasaan saling menghargai harus dibangun sejak kecil agar menjadi karakter ketika dewasa.
Majelis Al-Faruq Jadikan Doa Bersama sebagai Agenda Rutin
Ketua Majelis Al-Faruq Yatama wa Dhuafa, Ustad Faruq, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kolaborasi bersama Polri dalam memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.
Menurutnya, setiap Jumat sore majelis yang dipimpinnya secara rutin menggelar pengajian dan doa bersama bagi anak-anak yatim yang berada dalam pembinaan.
Saat ini terdapat sekitar 43 anak yatim yang mendapatkan pendampingan keagamaan, pembinaan akhlak, hingga perhatian terhadap kebutuhan sehari-hari.
Ia menilai kehadiran Polisi Badut menjadi inspirasi tersendiri bagi anak-anak.
“Beliau adalah sosok polisi yang mengayomi masyarakat. Dengan pendekatan yang ramah seperti ini, anak-anak bisa melihat bahwa polisi adalah sahabat yang hadir untuk melindungi dan memberikan teladan,” kata Ustad Faruq.
Menghibur Tanpa Meminta Imbalan
Dalam kegiatan tersebut, rekan Bripka Fardriansah, Edwin ‘Bejo’, mengungkapkan bahwa Polisi Badut selama ini dikenal aktif menghadiri berbagai kegiatan sosial maupun acara anak-anak tanpa memungut biaya, terutama bagi anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, pengabdian tersebut dilakukan secara sukarela karena Bripka Fardriansah ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menyampaikan edukasi positif kepada generasi muda.
Pesan yang dibawanya tidak hanya mengenai disiplin dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga tentang pentingnya berbagi, menghormati sesama, serta menjauhi segala bentuk kekerasan.
Dukungan Keluarga untuk Aktivitas Sosial
Kegiatan sosial tersebut juga mendapat dukungan penuh dari keluarga besar Majelis Al-Faruq.
Hj. Debby, istri Ustad Faruq, mengatakan bahwa dirinya selalu mendukung berbagai kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat.
“Kami saling mendukung. Selama itu untuk kebaikan dan agama, kami akan terus support,” ungkapnya.
Pesan Moral di Balik HUT Bhayangkara ke-80
Menutup kegiatan, Ustad Faruq mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Bhayangkara sebagai pengingat pentingnya menebarkan kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW, “Khairunnas anfa’uhum linnas”, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Menurutnya, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, mulai dari membantu orang lain, menghormati teman, menyebarkan senyum, hingga berani mengatakan tidak terhadap bullying.
Kolaborasi antara Polri dan Majelis Al-Faruq ini menunjukkan bahwa peringatan HUT Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga momentum memperkuat pendidikan karakter, kepedulian sosial, serta membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat.













