Rahma Sarita: Dulu Naik Tangga Sudah Lambat, Kini Rutin Half Marathon

Rahma Sarita Dulu Naik Tangga Sudah Lambat, Kini Rutin Half Marathon
Rahma Sarita merasakan perubahan besar dalam hidupnya setelah rutin olahraga lari sejak usia 50 tahun, dari mobilitas lambat menjadi prima. (20 kata)

C&R TV, Jakarta — Presenter dan publik figur Rahma Sarita merasakan perubahan besar dalam kualitas hidupnya setelah rutin berolahraga lari. Menariknya, ia baru mulai menekuni olahraga tersebut saat memasuki usia 50 tahun.

Dalam kurun waktu sekitar satu tahun, Rahma mengaku mendapatkan banyak manfaat kesehatan yang sebelumnya tidak ia rasakan. Mulai dari meningkatnya mobilitas tubuh, daya tahan yang lebih baik, hingga kemampuan beraktivitas yang jauh lebih prima dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga

“Saya merasa seperti mendapatkan diri yang baru,” ujar Rahma saat berbagi pengalamannya tentang rutinitas berlari.

Menurut Rahma, sebelum aktif berolahraga ia mulai merasakan berbagai perubahan fisik yang umum terjadi seiring bertambahnya usia. Gerak tubuh tidak lagi selincah saat muda dan aktivitas sederhana seperti naik turun tangga terasa lebih berat.

Lebih segar dan prima. Rahma Sarita merasa mendapatkan versi diri yang baru berkat rutin berolahraga lari.

“Saya sudah merasa mobilitas saya melambat. Naik turun tangga sudah tidak selincah dulu. Gerakan terasa lebih lambat,” katanya.

Namun kondisi tersebut perlahan berubah setelah ia konsisten menjalani latihan lari dan olahraga pendukung lainnya. Kini, ia merasa tubuhnya kembali lebih ringan dan mudah diajak bergerak.

Tidak hanya itu, Rahma juga merasakan peningkatan stamina yang cukup signifikan. Jika sebelumnya ia mudah merasa lelah, kini ambang kelelahannya jauh lebih tinggi sehingga mampu menjalani berbagai aktivitas dengan lebih nyaman.

Baca Juga

“Dulu saya gampang sekali capek. Sekarang tenaga terasa lebih banyak karena tubuh sudah terlatih,” ujarnya.

Performa meningkat pesat. Dari yang awalnya mudah lelah, kini Rahma mampu menyelesaikan tantangan half marathon dengan baik.

Perubahan lain yang paling ia rasakan adalah meningkatnya kebugaran jantung dan paru-paru. Rahma menjelaskan bahwa detak jantungnya saat berlari kini lebih terkontrol dibandingkan ketika pertama kali memulai latihan.

Menurutnya, latihan yang dilakukan secara rutin membuat tubuh lebih efisien dalam menggunakan energi sehingga ia tidak mudah kehabisan napas saat beraktivitas.

“Heart rate saya sekarang jauh lebih baik. Dulu tinggi kalau lari, sekarang sudah turun dan tidak gampang ngos-ngosan,” ungkapnya.

Rahma menegaskan bahwa manfaat lari tidak hanya berasal dari aktivitas berlari itu sendiri. Untuk menghindari cedera, ia juga rutin melakukan latihan kekuatan atau strength training yang berfokus pada otot kaki, lutut, hamstring, glute, dan bagian tubuh lainnya.

Berlari di area perkotaan. Rutinitas satu jam setiap hari membuat tubuh Rahma terasa lebih ringan dan bugar.

Ia mengaku olahraga lari justru menjadi motivasi untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat secara menyeluruh. Keinginan untuk terus berlari tanpa cedera membuatnya disiplin menjaga kondisi tubuh dan rutin berolahraga.

“Kalau lari saja nanti bisa cedera. Jadi mau tidak mau harus latihan beban juga. Itu yang membuat tubuh semakin kuat,” katanya.

Kini Rahma rutin berolahraga setidaknya satu jam setiap hari. Pada akhir pekan atau hari libur, durasi latihan bisa bertambah menjadi dua jam untuk menjalani long run.

Konsisten menjaga kondisi fisik. Berlari di usia 50 tahun membuktikan tidak ada kata terlambat untuk hidup sehat.

Pengalaman tersebut membuat Rahma percaya bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai hidup sehat. Ia berharap semakin banyak orang yang memasuki usia 40 tahun ke atas berani mulai berolahraga dan menjaga kebugaran tubuh.

Bagi Rahma, manfaat terbesar yang dirasakan bukan hanya kemampuan menyelesaikan lomba lari atau mengoleksi medali, melainkan meningkatnya kualitas hidup sehari-hari.

“Yang paling terasa itu badan lebih fit, lebih mudah bergerak, tidak cepat capek, dan lebih percaya diri menjalani aktivitas sehari-hari,” tuturnya.

Yuk, update terus kabar viral dan breaking news bareng Cek&Ricek TV! Langsung subscribe channel YouTube kami di: https://www.youtube.com/@ceknricektv. Jangan lupa aktifkan lonceng notifikasinya biar nggak ketinggalan video terbaru!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *