C&R TV, Jakarta — Bagi pelari jarak jauh, persiapan tidak hanya soal latihan fisik dan strategi berlari. Perlengkapan yang dibawa selama lomba juga memiliki peran penting untuk menjaga performa hingga garis finis. Hal itu diungkapkan Rahma Sarita yang rutin mengikuti berbagai ajang lari, termasuk half marathon.
Menurut Rahma, ada beberapa perlengkapan yang hampir selalu menemaninya setiap kali mengikuti event lari. Salah satu yang paling penting adalah energi gel, sumber asupan cepat yang membantu menjaga stamina selama berlari.
“Yang paling utama semua pelari pasti bawa energi gel. Itu sudah wajib,” ujar Rahma.

Ia menjelaskan, energi gel biasanya dikonsumsi secara berkala selama lomba berlangsung untuk membantu menggantikan energi yang terpakai. Terutama pada nomor half marathon, kebutuhan energi dan cairan tubuh harus dijaga agar performa tetap stabil hingga akhir lomba.
Selain energi gel, Rahma juga selalu membawa suplemen elektrolit untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Menurutnya, kehilangan cairan dan mineral saat berlari dalam waktu lama dapat memengaruhi kondisi fisik jika tidak segera digantikan.
“Biasanya untuk elektrolit juga pasti dibawa,” katanya.

Rahma mengaku salah satu alasan dirinya senang mengikuti event lari adalah karena panitia telah menyediakan water station di sepanjang rute. Dengan adanya fasilitas tersebut, pelari tidak perlu membawa banyak minuman sendiri selama berlari.
“Kalau ikut event, water station sudah disediakan. Bahkan sering ada buah-buahan juga, jadi lebih praktis,” ujarnya.
Selain kebutuhan nutrisi, perangkat teknologi juga menjadi perlengkapan yang tidak pernah absen dari sabuk larinya. Rahma selalu membawa smartwatch untuk memantau berbagai indikator selama berlari, seperti jarak tempuh, kecepatan, detak jantung, hingga waktu tempuh.

Bagi pelari modern, smartwatch menjadi alat penting untuk mengevaluasi performa sekaligus menjaga intensitas latihan tetap sesuai target.
Tak hanya itu, telepon genggam atau ponsel juga selalu dibawa saat mengikuti lomba. Selain untuk kebutuhan komunikasi, ponsel dapat digunakan dalam kondisi darurat maupun untuk mendokumentasikan momen selama event berlangsung.
“Isi sabuk saya biasanya energi gel, elektrolit, HP, dan smartwatch. Itu saja yang paling penting,” ungkap Rahma.

Meski perlengkapan memiliki peran penting, Rahma menegaskan bahwa faktor utama tetaplah kesiapan fisik dan latihan yang cukup sebelum mengikuti lomba. Peralatan hanya berfungsi sebagai pendukung agar pelari dapat tampil lebih nyaman dan aman selama berkompetisi.
Ia juga mengingatkan para pelari pemula untuk tidak terlalu fokus membeli berbagai perlengkapan mahal sebelum membangun kebiasaan latihan yang konsisten. Menurutnya, yang terpenting adalah memahami kebutuhan tubuh dan mengenali perlengkapan yang benar-benar cocok digunakan saat berlari.
View this post on Instagram
“Kalau sudah rutin latihan, nanti kita akan tahu sendiri perlengkapan apa yang paling dibutuhkan,” katanya.
Dengan pengalaman mengikuti berbagai event lari, Rahma percaya bahwa kombinasi antara latihan yang baik, nutrisi yang cukup, dan perlengkapan yang tepat akan membantu pelari menikmati setiap kilometer perjalanan menuju garis finis.











