C&R TV, Jakarta — Dari balik pusaran perebutan hak asuh anak, sebuah ancaman tiba-tiba terlontar. Seseorang dari lingkaran keluarga Ruben Onsu, yang namanya belum diungkap, berusaha menggoyang dengan cara paling kotor: mengancam membuka aib.
Ancaman itu bukan sekadar gertakan di ruang privat. Ia sengaja dilempar ke ruang publik saat Ruben tengah berjuang mendapatkan kembali waktu bersama anak-anaknya. Respon dari kubu Ruben pun tak main-main.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, langsung mengambil sikap. Baginya, ini bukan lagi soal pertengkaran keluarga biasa. Ini sudah masuk ke ranah pidana.
“Saya mau ingatkan siapa pun itu ya, keluarga, adik, teman Ruben kalau misalnya kemudian di dalam rangka Ruben ingin memperjuangkan haknya untuk mendapatkan waktu berkumpul bersama dengan anaknya yang dijamin oleh undang-undang, kemudian mengancam membuka aib, berarti ingin mempermalukan tanpa ada konteks. Ini juga merupakan perbuatan melawan hukum dan kami juga bisa melaporkan.”
Minola menegaskan itu saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026). Tidak ada nada ragu dalam suaranya. Ia sudah mengantongi dasar yang kuat untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
Menurutnya, pihak yang mengancam telah menunjukkan adanya mens rea—niat jahat yang disengaja. Ini bukan bagian dari pembelaan terhadap anak-anak, melainkan manuver untuk merusak nama baik.
“Ini negara hukum jangan ancam Ruben dengan membuka hal-hal yang tidak seharusnya dibuka karena tidak ada konteksnya. Berarti kan ini berdiri sendiri ingin mempermalukan niat dan tujuannya sudah ada ya.”
Ancaman ini muncul di tengah proses gugatan hak asuh yang sudah memasuki babak krusial. Ruben dan mantan istrinya, Sarwendah, bercerai pada tahun 2024 lalu. Sejak saat itu, perebutan hak asuh atas anak-anak mereka, termasuk Thalia Putri Onsu, terus bergulir.
Dan kini, menjelang sidang perdana yang dijadwalkan pada 15 Juli mendatang, guncangan baru justru datang dari orang yang seharusnya menjadi bagian dari sistem pendukung.
Yang menarik, Ruben sendiri memilih untuk tidak banyak bereaksi. Di tengah teror pembukaan aib itu, fokusnya tetap tertuju pada satu hal: memastikan anak-anaknya tumbuh di lingkungan yang aman. Tim kuasa hukumnya akan membawa bukti-bukti bahwa lingkungan tempat anak-anaknya berada saat ini dinilai tidak sehat secara psikologis.
Minola menambahkan, saat berkomunikasi via telepon setelah Ruben kembali ke Indonesia, kliennya itu sama sekali tidak membahas ancaman tersebut. Ruben hanya ingin bicara strategi gugatan.
“Ruben tidak ada membahas, karena kalaupun kita bicara, kita bertelepon setelah dia kembali ke Tanah Air, itu pasti fokus terkait dengan masalah hal-hal yang harus kami lakukan sehubungan dengan adanya gugatan hak asuh anak ya.”
Peringatan Minola ditutup dengan penekanan yang tajam. Jika ancaman itu benar-benar direalisasikan, tidak ada jalan mundur.
“Jadi kalau itu memang dilanjutkan maka sudah cukup bukti bahwa orang tersebut memang memiliki niat untuk mempermalukan dan mencemarkan nama baik Ruben Onsu bukan untuk membela kepentingan anak-anak. Catat.”
Satu kata terakhir itu menjadi penanda. Bahwa di balik drama keluarga yang terus memanas, pihak Ruben Onsu tidak akan membiarkan siapa pun mempermainkan harga diri dengan dalih apa pun.













