C&R TV, Jakarta — Italia selalu tahu cara membuat orang jatuh cinta. Dan Enzy Storia, rupanya, tak bisa menolak pesona itu. Belum lama ini, artis yang dikenal dengan senyum cerianya itu menjejakkan kaki di empat sudut negeri pizza yang masing-masing menawarkan keindahan yang sama sekali berbeda.
Bukan sekadar singgah, Enzy seolah menyusuri empat wajah Italia dalam satu perjalanan panjang. Dari kemewahan kota mode, keheningan perbukitan kuno, romantisme desa pesisir, hingga kemegahan danau yang telah memikat para selebritas dunia. Perjalanan ini bukan hanya soal destinasi, melainkan tentang bagaimana sebuah negara bisa bertransformasi hanya dalam hitungan jam perjalanan.

Petualangan Enzy bermula di Milan. Kota ini adalah urat nadi mode dan bisnis Italia, tempat di mana Galleria Vittorio Emanuele II berdiri dengan kubah kacanya yang megah dan Duomo menjulang dengan detail gotik yang rumit. Di sinilah Enzy mungkin merasakan denyut Italia yang paling cepat, dikelilingi butik-butik mewah dan jalanan yang penuh energi.
Namun, Milan hanyalah pemanasan.
Dari sana, ia bergerak ke selatan menuju Tuscany. Dan di sinilah irama perjalanannya melambat. Tuscany bukan sekadar nama dalam puisi atau latar film-film klasik. Region ini adalah hamparan perbukitan yang diselimuti kebun zaitun dan anggur sejauh mata memandang. Di salah satu kebun zaitun ikonis itulah Enzy berfoto, berdiri di antara pohon-pohon yang telah menghasilkan minyak zaitun extra virgin terbaik di dunia. Jika Milan berbicara tentang kemewahan buatan manusia, Tuscany berbisik tentang kemewahan yang tumbuh dari tanah.
Kontras yang tajam terjadi ketika langkahnya sampai di Positano. Desa kecil di Amalfi Coast ini seperti kartu pos yang hidup: rumah-rumah pastel bertingkat menempel di tebing curam, menghadap langsung ke Laut Tyrrhenian yang biru tua. Desa nelayan yang kini menjadi incaran wisatawan global ini punya pesona yang sulit dijelaskan dengan kata-kata — mungkin karena alasan itulah Enzy memilih untuk membiarkan fotonya di sana berbicara sendiri.
Perjalanan sepanjang ini tentu membutuhkan penutup yang sepadan. Dan Enzy menemukannya di Como. Bukan sembarang tempat, Danau Como adalah salah satu danau terdalam di Eropa yang dikelilingi pegunungan Alpen. Airnya yang tenang memantulkan vila-vila mewah yang pernah menampung para bintang Hollywood dan bangsawan Eropa. Ketika Enzy berdiri di tepiannya, ia mungkin menyadari bahwa ia baru saja mengakhiri sebuah perjalanan yang terasa seperti melintasi empat dunia berbeda dalam satu tarikan napas.
Dari Milan ke Como, dari mode ke keabadian. Begitulah Italia. Dan begitulah Enzy Storia memilih untuk menikmatinya.













